Pernah nggak sih waktu kecil kamu nggak sengaja menelan permen karet, lalu langsung panik karena katanya permen itu bakal “nginep” di perut sampai tujuh tahun? 😭 Mitos ini memang terdengar cukup masuk akal karena permen karet punya tekstur lengket dan susah dikunyah sampai benar-benar habis. Tapi, apakah benar ada permen karet yang masih nongkrong di perut sejak kamu masih bocah? Jawabannya: mitos! Tubuh memang tidak bisa mencerna sebagian besar bagian dasar permen karet, tetapi bukan berarti benda tersebut menetap bertahun-tahun di dalam perut.
Mitos atau Fakta? Ini 5 faktanya:
1. “Permen karet tinggal 7 tahun di perut” — MITOS
Anggapan ini sebenarnya cuma cerita yang sudah beredar lama. Permen karet yang tertelan tidak otomatis menempel di dinding lambung lalu menetap selama tujuh tahun. Sistem pencernaan tetap mendorongnya untuk bergerak menuju usus.
2. “Tubuh tidak bisa mencerna permen karet” — FAKTA
Nah, bagian ini benar. Gum base pada permen karet bersifat sulit dicerna oleh tubuh. Enzim pencernaan tidak mampu memecahnya seperti makanan biasa. Namun, tidak bisa dicerna bukan berarti harus tinggal selamanya di dalam tubuh.
3. “Permen karet akan keluar lagi” — FAKTA
Setelah melewati lambung dan usus, permen karet biasanya ikut bergerak bersama sisa makanan lain dan akhirnya dikeluarkan melalui feses. Jadi, tubuh punya sistem “pembuangan” sendiri untuk benda yang tidak bisa dicerna.
4. “Sekali tertelan langsung berbahaya” — MITOS
Kalau cuma tidak sengaja menelan satu potong permen karet, umumnya tidak menyebabkan masalah serius. Jadi nggak perlu langsung panik atau merasa harus melakukan ritual aneh buat “mengeluarkannya”.
5. “Menelan banyak permen karet tetap aman” — MITOS
Meski satu potong biasanya tidak masalah, bukan berarti boleh menjadikan permen karet sebagai camilan yang ditelan. Dalam kasus yang sangat jarang, terutama pada anak-anak, menelan banyak permen karet dan mengalami konstipasi dapat berkontribusi pada penyumbatan usus.
Fakta yang cukup menarik adalah permen karet sebenarnya punya karakter yang membuat mitos tujuh tahun ini terdengar masuk akal: lengket, elastis, dan sulit dicerna. Tapi sistem pencernaan manusia bukan seperti meja sekolah yang bisa ditempeli permen karet sampai bertahun-tahun. Gerakan alami saluran pencernaan membantu mendorong benda yang tidak tercerna menuju luar tubuh. Bahkan, pemeriksaan medis seperti kolonoskopi tidak menunjukkan bahwa permen karet yang tertelan secara normal menetap selama bertahun-tahun. Dalam kondisi biasa, permen karet akan melewati saluran pencernaan dan keluar bersama feses. Jadi, kalau dulu kamu pernah menelan permen karet dan sekarang masih hidup sehat, kemungkinan besar “tamu tujuh tahun” itu sudah lama check-out.
Jadi, menelan permen karet tidak membuatnya tinggal di perut selama tujuh tahun. Itu cuma mitos lama yang ternyata jauh lebih lengket daripada permennya sendiri. Meski begitu, tetap lebih baik buang permen karet setelah selesai dikunyah daripada menjadikannya bagian dari menu harian. 😄